Pameran “Harmonisasi” adalah bentuk refleksi Nusaé atas nilai-nilai harmoni yang selama ini menjadi landasan dari praktiknya di dunia desain. Nusaé melihat harmoni sebagai sebuah nilai universal tentang keselarasan yang melintasi zaman, budaya, dan disiplin. Perspektif harmoni digunakan Nusaé sebagai dasar dari kesadaran dalam praktik desain yang dijalaninya.
Melalui pameran ini, Nusaé mencoba untuk mengingat jejak-jejaknya. Nusaé mengurai bentuk-bentuk harmonisasi yang telah dibawanya selama sepuluh tahun ke belakang, lalu, dari penguraian tersebut, Nusaé melihat beragam pola yang saling terkait dan menghubungkan satu karya Nusaé dengan karya Nusaé lainnya.
Pameran ini juga merupakan refleksi Nusaé atas Indonesia. Di sana, harmoni tercermin pada nilai kolektif “gotong-royong” yang erat dengan keseharian masyarakatnya. Karya-karya dalam pameran ini menyorot jejak Nusaé yang erat dengan upaya-upaya peningkatan kualitas kehidupan di Indonesia. Upaya harmonisasi ini adalah bentuk penyelarasan Nusaé terhadap semangat Indonesia baru yang relevan dengan konteks sosial, ekonomi, dan budaya pada masa kini, yang dibawa semangatnya hingga ke masa depan.
“Harmonization” exhibition is Nusaé’s reflection on the value of harmony that have been the foundation of its design practice. Nusaé perceives harmony as a universal value of alignment/congruence that transcends time, culture, and discipline. The perspective of harmony serves as the basis that shapes Nusaé's awareness in its design practice.
Through this exhibition, Nusaé attempts to recall its footsteps. Nusaé dissects the forms of harmonization it has brought over the past ten years, and from this analysis, Nusaé observes various interconnected patterns linking one of its works to another.
This exhibition also reflects Nusaé's perspective on Indonesia. In Indonesia, harmony is reflected in the collective value of “gotong-royong” which is deeply ingrained in the daily life of its society. The works in this exhibition highlight Nusaé's efforts closely tied to enhancing the quality of life in Indonesia. This harmonization effort is Nusaé's alignment with the spirit of the new Indonesia, relevant to the current social, economic, and cultural contexts, carrying its spirit into the future.
Subtle adalah strategi harmonisasi di mana desain yang dirancang oleh Nusaé harus berdampak tanpa berteriak. Pada bagian ini, Nusaé mengilustrasikan cara berpikirnya untuk membuat desain yang terlihat minim, namun tetap vital pada konteksnya.
Subtle is a harmonization strategy where designs crafted by Nusaé should make an impact without shouting. In this section, Nusaé illustrates its thought process in creating designs that appear minimal yet remain impactful within their context.
Strategi harmonisasi adapt merupakan pendekatan desain di mana Nusaé mengadaptasi atau meminjam bentuk atau unsur dari kebudayaan/hal tertentu untuk diaplikasikan pada sebuah proyek secara selaras. Strategi ini bertujuan untuk membuat sebuah desain yang relevan dengan konteks yang diwakilinya secara lebih mendalam.
Adaptive harmonization strategy is a design approach where Nusaé adapts or borrows forms or elements from a specific culture/thing to be applied to a project in a harmonious manner. This strategy aims to create a design that is more deeply relevant to the represented context.
Contrast adalah pendekatan dalam strategi harmonisasi di mana desain yang dirancang Nusaé secara intensional dibuat lebih mencolok dan dapat lebih mudah terlihat tanpa menjadi obstruktif bagi elemen-elemen terkait lainnya. Strategi ini juga bertujuan supaya desain yang dirancang bisa menjadi penghubung bagi beragam elemen yang ada.
Contrast is an approach in harmonization strategy where Nusaé's intentionally designed elements are made more striking and easily visible without being obstructive to other related elements. This strategy also aims to ensure that the designed elements can serve as a link between various existing elements.
Fusion merupakan strategi harmonisasi di mana Nusaé menghadirkan desain kolaboratif yang dihasilkan dari perkawinan berbagai perspektif, gagasan, dan peran. Pendekatan ini juga merupakan salah satu pengejawantahan proses desain yang lintas disiplin dan lintas sektor untuk kemudian menghasilkan desain yang holistik, koheren, dan representatif terhadap semua pihak yang terlibat.
Fusion is a harmonization strategy where Nusaé introduces collaborative design resulting from the marriage of various perspectives, ideas, and roles. This approach is also one of the embodiments of a cross-disciplinary and cross-sector design process that aims to produce a holistic, coherent, and representative design for all parties involved.
Aptness merupakan ragam upaya Nusaé untuk mencari kemungkinan baru dan menilik lebih jauh tentang kemungkinan-kemungkinan harmoni dalam desain. Upaya ini tak terbatas hanya dalam praktik profesional saja, namun juga pada praktik-praktik inisiasi yang bersifat edukatif dan menjangkau komunitas dalam ekosistem kreatif di lingkungan yang Nusaé hidupi.
Aptness is a variety of Nusaé's efforts to explore new possibilities and delve deeper into the potential harmonies in design. These efforts are not confined solely to professional practices but also extend to educational initiatives and engagement with communities within the creative ecosystem in the environment that Nusaé inhabits.
Andi Rahmat, lahir tahun 1985, menyelesaikan studi desain komunikasi visual pada tahun 2008. Ia mendirikan Nusae, sebuah studio desain asal Bandung, bersama partnernya pada tahun 2013. Tahun 2021 dan 2022, Ia dipercaya menjadi salah satu juri di Young Guns 19 Award New York. Dalam perjalanan karirnya, Ia sudah meraih penghargaan dari Good Design Award / G-Mark Japan 2022 dan menjadi creative director Good Design Indonesia 2023.
Rizki Supratman, lahir tahun 1982 di Bandung, lulus dari jurusan arsitektur dan desain perkotaan dari Berlage Institute Rotterdam pada tahun 2012 dan Universitas Katolik Parahyangan pada tahun 2006. Dengan pengalaman kerja yang beragam, ia menjadi salah satu pendiri biro arsitektur asal Bandung yang bernama RAGAM pada tahun 2019.
Isandra Matin, lebih dikenal sebagai Andra Matin, lahir pada tahun 1962 di Bandung, lulus dari jurusan arsitektur Universitas Katolik Parahyangan pada tahun 1988. Setelah mengawali karirnya di Grahacipta Hadiprana, Ia memutuskan untuk mendirikan firmanya sendiri, andramatin, pada tahun 1998 di Jakarta.
Andi Rahmat, born in 1985, completed his visual communication design studies in 2008. He founded Nusae, a Bandung-based design studio, with his partner in 2013. In 2021 and 2022, he was trusted to be one of the judges at the Young Guns 19 Award New York. In the course of his career, he has won awards from Good Design Award / G-Mark Japan 2022 and became the creative director of Good Design Indonesia 2023.
Rizki Supratman, born in 1982 in Bandung, graduated in architecture and urban design from Berlage Institute Rotterdam in 2012 and Parahyangan Catholic University in 2006. With diverse work experience, he co-founded a Bandung-based architectural bureau named RAGAM in 2019.
Isandra Matin, widely known as Andra Matin, was born in 1962 in Bandung and graduated from Parahyangan Catholic University’s Architecture department in 1988. He started his career at Grahacipta Hadiprana, for a decade, until 1998, and decided to develop his firm, andramatin, based in Jakarta.
Undangan
14:00 - 15:00 WIB
31 MEI | 2024
Galeri Emiria Soenassa
Undangan
16:00 - 20:00 WIB
31 MEI | 2024
Galeri Emiria Soenassa
Registrasi | Gratis
09:00 - 20:00 WIB
1 JUNI - 16 JUNI | 2024
Galeri Emiria Soenassa
Registrasi | Berbayar
15:00 - 18:00 WIB
8 JUNI | 2024
Teater Wahyu Sihombing
Invitation
14:00 - 15:00 WIB
31 MAY | 2024
Galeri Emiria Soenassa
Invitation
16:00 - 20:00 WIB
31 MAY | 2024
Galeri Emiria Soenassa
Registration | Free
09:00 - 20:00 WIB
1 JUNE - 16 JUNE | 2024
Galeri Emiria Soenassa
Registration | Paid
15:00 - 18:00 WIB
8 JUNE | 2024
Teater Wahyu Sihombing
Nusaé mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dan sponsor yang secara langsung maupun tidak langsung telah berkontribusi dalam perencanaan pameran ini. Semoga kerjasama yang telah terjalin dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik bagi ekosistem kreatif maupun masyarakat Indonesia secara luas.
Nusaé would like to thank the colleagues and sponsors who directly or indirectly have contributed to the planning of this exhibition. Hopefully the existing collaboration can continue to develop and provide a sustainable positive impact, both for the creative ecosystem and for Indonesian society at large.
TAMAN ISMAIL MARZUKI
Galeri Emiria Soenassa
Jl. Cikini Raya No.8, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330
10.00 - 20.00 WIB
Free Entry
NUSAÉ
Jl. Ir. H. Juanda No.23, Tamansari, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40116
+62 811 101 2013 | [email protected]
©️ NUSAÉ. All Rights Reserved